MEDAN (Bhayangkara News) | Semangat memasyarakatkan olahraga terus dipacu di Sumatera Utara. 

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumatera Utara, yaitu bapak Muhammad Daffasya Adnan Sinik, SH. beserta Sekretaris dan jajaran pengurus teras, melakukan peninjauan langsung ke lokasi persiapan Festival Layang-Layang Sumut yang akan digelar di kawasan Sircuit Pancing, Medan.

Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh fasilitas, aspek keamanan, hingga tata letak area perlombaan siap menyambut ratusan pelayang (pegiat layang-layang) dan ribuan pengunjung yang diprediksi akan memadati lokasi.

Menghidupkan Kembali Tradisi dan Ekonomi Kreatif

Dalam arahannya di lapangan, Ketua KORMI Sumut menekankan bahwa festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan upaya menjaga warisan budaya sekaligus menggerakkan roda ekonomi lokal melalui sektor pariwisata olahraga (sport tourism).

"Kita ingin memastikan Sircuit Pancing siap menjadi saksi langit Sumatera Utara dihiasi oleh kreativitas anak bangsa. Ini adalah momentum untuk membangkitkan kegembiraan masyarakat pasca-pandemi melalui olahraga tradisional yang kita cintai," ujarnya di sela-sela peninjauan.

Poin Utama Peninjauan:

  • Kelayakan Area: Memastikan hembusan angin di titik Sircuit Pancing optimal untuk menerbangkan berbagai jenis layangan, mulai dari kategori hias hingga aduan.
  • Keamanan Penonton: Pengaturan barikade agar jarak antara peserta dan penonton tetap aman, mengingat beberapa layangan berukuran raksasa membutuhkan ruang gerak yang luas.
  • Fasilitas Pendukung: Pengecekan area UMKM yang akan mendampingi jalannya festival guna mendukung pedagang lokal.

Sircuit Pancing: Lokasi Strategis

Pemilihan Sircuit Pancing dinilai sangat tepat karena lokasinya yang luas dan aksesibilitas yang mudah dijangkau oleh warga Medan dan sekitarnya. Sekretaris KORMI Sumut yaitu Bapak DR. Ramadhan Ginting, S.Pd, MM, M.Pd, AIFO. menambahkan bahwa koordinasi dengan pihak keamanan dan dinas terkait telah mencapai tahap final.

Festival Layang-Layang Sumut ini diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menarik minat wisatawan mancanegara, sekaligus menjadi ajang seleksi bagi pegiat layang-layang berprestasi untuk menuju jenjang festival internasional.

Editor : Sutan Malik