MEDAN (Bhayangkara News) 11 Mei 2026 | Ketua Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Pelangi (Persatuan Layang-Layang Indonesia) Sumatera Utara menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta yang telah menyukseskan gelaran Festival Layang-Layang Sumatera Utara baru-baru ini.

Dalam keterangannya, Ketua Pelangi Sumut Ibu Gita Nurgaya Br. Tarigan, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan rasa haru dan bangga melihat langit Sumatera Utara dihiasi oleh berbagai kreasi layang-layang dari berbagai daerah. Namun, baginya, esensi utama dari kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan menjadi jembatan silaturahmi antar-penggemar olahraga tradisional.

Wadah Silaturahmi dan Pelestarian Budaya

Menurut beliau, festival ini merupakan momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan di tengah kesibukan modernisasi.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta atas partisipasi dan antusiasmenya. Kehadiran rekan-rekan semua menjadikan festival ini bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, tetapi benar-benar menjadi wadah silaturahmi yang hangat bagi kita semua," ujarnya.

Poin Penting Apresiasi Ketua Pelangi Sumut:

  • Kehadiran Peserta: Mengapresiasi peserta yang datang dari berbagai kabupaten/kota dengan membawa semangat sportivitas.

  • Pelestarian Tradisi: Menilai keterlibatan generasi muda dalam festival ini sebagai langkah positif menjaga kelestarian permainan tradisional layang-layang.

  • Rencana Kedepan: Berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar demi memajukan olahraga budaya masyarakat di Sumatera Utara.


Semangat Kebersamaan di Atas Kompetisi

Ketua Inorga Pelangi Sumut Ibu Gita Nurgaya Br. Tarigan, S.Pd., M.Pd. juga menambahkan bahwa senyum dan tawa para peserta di lapangan adalah indikator keberhasilan acara yang sesungguhnya. Beliau berharap semangat kekeluargaan ini tidak berhenti di area festival saja, tetapi terus berlanjut dalam komunikasi sehari-hari antar komunitas.

"Menang atau kalah adalah hal biasa dalam sebuah festival. Namun, persaudaraan yang terjalin saat kita bersama-sama menarik benang di lapangan adalah kemenangan yang sebenarnya bagi kita semua," pungkasnya.

Acara ditutup dengan harapan agar dukungan dari pemerintah dan masyarakat terus mengalir bagi pengembangan olahraga layang-layang, sehingga Sumatera Utara dapat menjadi barometer festival layang-layang di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Sutan Malik