Dari lintasan sepatu roda Cadika, langkah pasti atlet muda Bintang Medan Roller Skate menuju Kejurnas Pariaman Open 2026

MEDAN [Bhayangkara News] — Suasana lintasan Cadika Medan Johor belakangan terasa lebih hidup. Di tengah aktivitas warga yang berolahraga santai, para atlet muda dari Bintang Medan Roller Skate Club tampak berlatih dengan intensitas lebih tinggi. Mereka tengah mempersiapkan diri menghadapi Kejurnas Pariaman Open 2026, membawa semangat baru setelah mencatat prestasi membanggakan di level internasional.

Keikutsertaan dalam Pekanbaru Open International 2026 menjadi salah satu pencapaian penting. Di ajang yang diikuti sekitar 200 atlet dari berbagai negara tersebut, Bintang Medan berhasil menembus peringkat 5 besar perolehan medali kategori speed—sebuah hasil yang menegaskan konsistensi pembinaan atlet muda di klub ini.

Dominasi tim terlihat di lintasan. Gendis Alfinqa Sinaga tampil gemilang dengan tiga medali emas di nomor DTT 200 meter, Sprint 500 meter +D, dan Sprint 1000 meter. Namira Azzahra turut menyumbangkan medali perak dan perunggu, sementara Rasya Aqil Arif Hakim meraih perak dan perunggu di kategori junior. Tim relay putri yang diperkuat Namira, Gendis, Amira, dan Syifa juga sukses merebut posisi juara pertama.

Ketua Umum klub, Taufik Budi Lubis, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet, termasuk Atqiya Almahyra, Azni Khaireen Azzahra Tanjung, dan Rafasha Bayu Adji. Ia menilai capaian tersebut sebagai hasil kerja keras kolektif yang patut dibanggakan.

“Masuk dalam lima besar di event internasional adalah hasil dari disiplin dan kerja keras atlet, pelatih, serta dukungan orang tua. Ini menjadi modal mental yang kuat untuk menghadapi tantangan berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Taufik menjelaskan bahwa langkah pembinaan kini diperkuat dengan strategi baru. Salah satu upaya tersebut adalah menghadirkan pelatih kepala, Kak Abah, untuk menangani langsung program latihan atlet.

“Latihan perdana ini kami percayakan kepada Kak Abah sebagai pelatih kepala yang dihadirkan khusus oleh pengurus. Kami ingin memastikan atlet mendapatkan pembinaan terbaik dan lebih terarah dalam menghadapi Kejurnas Pariaman,” jelasnya.

Latihan di Cadika pun menjadi titik awal pembinaan intensif yang dirancang lebih profesional dan berkelanjutan.

Sekretaris Umum, Denny Wijaya, yang didampingi Bina Prestasi Hermansyah Putra, menyebut bahwa capaian di Pekanbaru menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan performa ke depan.

“Ketua Umum Bintang Medan, sangat bangga dengan hasil ini. Ke depan, fokus kami adalah meningkatkan endurance, teknik start, serta strategi lomba. Dengan adanya pelatih kepala, program latihan kini lebih terstruktur dan terarah,” ujarnya.

Fokus berikutnya adalah Kejurnas Pariaman Open 2026 yang akan digelar di Kota Pariaman. Ajang ini dikenal sebagai salah satu agenda rutin yang menggabungkan olahraga dan pariwisata (sport tourism), serta menjadi magnet bagi ratusan atlet sepatu roda dari berbagai provinsi di Indonesia.

Dengan atmosfer latihan yang semakin serius namun tetap dinamis, Bintang Medan Roller Skate Club menunjukkan bahwa perjalanan menuju prestasi tidak hanya soal hasil, tetapi juga proses. Dari lintasan Cadika, harapan untuk kembali mengukir prestasi di Pariaman pun terus melaju. [ag007]