Taufiq Budi: Dengan 16 Atlet, Hasil Ini Sangat Membanggakan
PARIAMAN [Bhayangkara News] — Bintang Medan Roller Skate Club kembali menunjukkan kualitasnya pada Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Pariaman Open 2026 Piala Wali Kota Pariaman yang berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Arena Sepatu Roda Pantai Cermin, Kota Pariaman, Sumatera Barat.
Pada ajang yang diikuti ratusan atlet dari berbagai klub di Indonesia tersebut, Bintang Medan Roller Skate berhasil meraih predikat Juara Umum II kelas Speed dengan koleksi 13 medali emas, 6 medali perak, dan 6 medali perunggu. Capaian ini menjadi bukti meningkatnya kualitas pembinaan atlet Bintang Medan dari tahun ke tahun.
Ketua Umum Bintang Medan Roller Skate Club, Taufiq Budi, S.E., mengaku sangat puas dengan hasil yang diraih para atletnya. Menurutnya, prestasi tersebut terasa istimewa karena Bintang Medan hanya membawa 16 atlet, sementara sejumlah klub lain menurunkan lebih banyak atlet, bahkan ada yang membawa lebih dari 25 atlet.
“Kami sangat puas dengan hasil ini. Walaupun hanya membawa 16 atlet, Bintang Medan mampu menjadi Juara Umum II. Klub-klub lain rata-rata membawa lebih dari 25 atlet, termasuk juara umum pertama yang membawa sekitar 28 atlet. Artinya, secara kualitas dan efektivitas, anak-anak kami mampu bersaing dengan sangat baik,” ujar Taufiq Budi.
Ia menambahkan, capaian di Pariaman Open 2026 menjadi tanda positif bagi perkembangan pembinaan atlet muda Bintang Medan. Salah satu atlet yang tampil menonjol adalah Sultan Umar Zaki yang berhasil meraih 4 medali emas dan 1 medali perak. Selain itu, Adeva yang baru pertama kali diturunkan pada event nasional juga langsung mampu mempersembahkan medali emas.
“Bintang Medan berhasil melahirkan atlet-atlet baru yang bersinar. Sultan Umar Zaki tampil luar biasa dengan 4 emas dan 1 perak. Adeva juga menjadi kejutan karena baru pertama kali kami turunkan di event nasional, tetapi sudah mampu meraih emas. Ini membuktikan bahwa proses pembinaan kami berjalan ke arah yang benar,” katanya.
Taufiq Budi menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kekompakan tim pelatih yang selama ini bekerja secara konsisten. Tim pelatih Bintang Medan dipimpin oleh M. Bachtiar Arifin ( Kak Abah ), dengan dukungan asisten pelatih M. Caesar Al Rozak, Ziyan Silmi, Nadhira Dermawan, serta jajaran pelatih lainnya.
Menurutnya, persiapan tim tidak dilakukan secara berlebihan atau khusus, melainkan melalui latihan rutin yang dibangun dengan semangat, disiplin, dan keyakinan kepada para atlet.
“Persiapan kami tidak terlalu khusus. Kami hanya menjaga latihan tetap disiplin, membangun semangat anak-anak, dan meyakinkan mereka bahwa mereka mampu bersaing. Kuncinya adalah kekompakan pelatih, kedisiplinan atlet, serta dukungan orang tua,” ungkapnya.
Jika dibandingkan dengan Pariaman Open 2025, perkembangan Bintang Medan terlihat sangat signifikan. Pada tahun sebelumnya, Bintang Medan berada di posisi Juara Umum III dengan raihan 6 emas, 7 perak, dan 6 perunggu. Saat itu, jarak medali dengan Juara Umum I masih terpaut cukup jauh.
Namun pada Pariaman Open 2026, Bintang Medan berhasil memperkecil jarak persaingan. Dengan raihan 13 emas, Bintang Medan hanya terpaut satu medali emas dari Juara Umum I. Hal ini menjadi bukti bahwa grafik prestasi klub terus meningkat dan semakin kompetitif di level nasional.
“Perkembangan atlet-atlet Bintang Medan sangat meningkat. Kalau kita bandingkan dengan Pariaman Open 2025, saat itu kita Juara Umum III dengan 6 emas, 7 perak, dan 6 perunggu. Tahun ini kita Juara Umum II dengan 13 emas. Selisih dengan Juara Umum I hanya satu emas. Ini peningkatan yang luar biasa, walaupun kita belum bisa meraih Juara Umum I,” ujar Taufiq.
Sementara itu, Ketua Harian Pengprov PORSEROSI Sumatera Utara, Dedy Arif, memberikan apresiasi atas keberhasilan Bintang Medan Roller Skate Club. Ia menilai capaian tersebut bukan hanya membanggakan klub, tetapi juga menjadi kabar baik bagi perkembangan olahraga sepatu roda di Sumatera Utara.
“Prestasi Bintang Medan di Pariaman Open 2026 patut diapresiasi. Dengan jumlah atlet yang tidak terlalu banyak, mereka mampu bersaing ketat dan menjadi Juara Umum II. Ini menunjukkan bahwa pembinaan sepatu roda di Sumatera Utara terus berkembang dan memiliki potensi besar,” ujar Dedy Arif.
Dedy juga berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh klub sepatu roda di Sumatera Utara untuk semakin serius membina atlet sejak usia dini. Menurutnya, keberhasilan di tingkat nasional harus dijadikan pemicu untuk menyiapkan atlet-atlet yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Kami berharap para atlet tidak cepat puas. Terus berlatih, jaga disiplin, dan jadikan hasil ini sebagai semangat untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Pengprov PORSEROSI Sumatera Utara tentu memberikan apresiasi dan dukungan terhadap klub-klub yang konsisten membina atlet,” tambahnya.
Keberhasilan Bintang Medan Roller Skate Club di Piala Wali Kota Pariaman 2026 menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin latihan, kekompakan pelatih, dukungan orang tua, serta mental bertanding para atlet mampu menghasilkan prestasi membanggakan. Dengan pencapaian ini, Bintang Medan semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu klub sepatu roda yang patut diperhitungkan di tingkat nasional. [ag007]


0 Komentar